Ad Section

Jangan Wisuda Dulu, Pahami 7 Hal Ini dengan Benar Atau Kamu Akan Menyesal

Pelajar.me – Wisuda adalah impian dari setiap mahasiswa, oleh karena itu perjuangan untuk mencapai resepsi “sakral” itu bukanlah suatu hal yang mudah—malah terkadang butuh perjuangan yang sangat panjaaaang dan sukses bikin kepala pusing 7 keliling. Namun sayangnya, dari perjuangan yang berat itu ada yang alpa dipahami oleh sebagian besar mahasiswa. Setidaknya ada 7 hal yang harus kamu pahami sebelum kamu wisuda dan meninggalkan kampus. Hal-hal itu akan pelajar.me beberkan di bawah.

Dunia kampus itu replika ideal, sedang dunia pasca kampus tak jauh beda dari rimba

Nyatanya kampus adalah dunia yang paling ideal untuk belajar. Bukan cuma belajar dalam akademis lho, di kampus kamu bisa belajar menjadi pejabat publik dengan ikut aktif di pemerintahan negara mahasiswa. Di kampus kamu bisa belajar jadi aktivis pemerhati lingkungan, budaya atau apapun. Kampus memberikan kamu kondisi ideal untuk belajar menjadi sesuatu yang kamu inginkan. Pun jika ada friksi atau gesekan di kampus, ya itu tidak akan berefek banyak, dengan kata lain kamu masih bisa minta maaf dan bilang “maaf saya keliru karena masih dalam tahap belajar”.

Namun ketika kamu sudah terjun ke dunia pasca kampus, dunia kerja, dunia bermasyarakat, kamu tidak bisa lagi untuk coba-coba sebab setiap tindakan yang kamu lakukan akan memberikan efek samping yang terkadang dibarengi oleh sanksi tertentu. Maka,... selagi anda masih berada di kampus belajarlah satu atau banyak hal sebelum pelajaran itu diaplikasikan secara nyata di dunia setelah anda wisuda.
blogs.denverpost.com

Kamu tidak bisa bergantung pada nilai tertulis semata

Ketika kamu berhasil menamatkan studi dan mendapatkan gelar dengan nilai sempurna, percayalah kamu tidak akan bisa sepenuhnya bergantung kepada nilai akademis itu. Bahkan jika kamu lulus dengan cumlaude sekalipun. Bekal survive pasca kampus itu bukan cuma nilai akademis tapi juga nilai karakter, nilai komunikasi dan nilai-nilai lainnya yang kebanyakan tidak diajarkan di kelas tapi diajarkan oleh alam serta kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler.

So, selagi anda masih di kampus, anda harus membekali diri anda dengan nilai non akademis yang akan menjadi nilai jual tersendiri dan mampu memberi bukti atas kualitas anda

Jika selama di kampus kamu tidak biasa dengan tekanan, dunia kerja adalah petaka besar

Dunia kerja adalah dunia profesional. Dunia yang penuh dengan tekanan. Deadline. Multitasking is a must. Masalah. Teamwork. Atasan. Dan segala macam. Banyak hal dan parameter yang akan membuat kamu tertekan di dunia kerja ataupun di dunia bermasyarakat. Dan tekanan itu, jauh lebih dahsyat dari tekanan gegara skripsi yang tak kunjung jadi. Bahkan kamu bisa menemukan orang yang lebih killer daripada dosen ter-killer yang ada di kampusmu saat ini.

Oleh kerana itu, jangan terlalu lebay menganggap permasalahan kampus anda sangat sulit untuk dicari jalan keluarnya saat anda belum berusaha semaksimal mungkin.

Ingatlah kata pepatah: berakit-rakit ke hulu, berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Di mana ada kemauan di situ ada jalan!
www.xclusivecorporatefitness.com

Jangan menilai kesuksesan dengan gaji saat kamu telah bekerja nanti

Jangan syok ketika gaji pertama kamu nanti tidak jauh beda dengan gaji penjual es serut yang cuma tamat SMP atau bahkan lebih kecil dari juragan rumah makan yang SD aja gak tamat. Please, jangan jadikan standar harta sebagai paramater untuk mengukur kesuksesanmu nanti! Sukses itu bukan cuma soal gaji.

Gajimu barangkali tidak besar tapi ketika kamu sudah menjadi karyawan di instansi tertentu setidaknya untuk soal jaminan, kamu lebih lebih beruntung daripada si penjual es serut tadi. Kamu bisa masuk kerja, duduk di kantor yang nyaman, kemudian terima gaji setiap bulan. Namun bayangkan si pejual es serut yang harus dorong gerobak ke sana ke mari dan tidak bisa berbuat apa-apa atas musim hujan ketika ia datang.

Yang jelas, saat anda tamat sebagai seorang sarjana, nilai diri anda sudah berkali-kali lipat dibanding mereka yang tidak berkesempatan bersekolah tinggi, nilai itu terletak pada ilmu yang anda miliki.

Jangan memilih-milih untuk pekerjaan pertama kamu nanti

Banyak fresh graduated alias lulusan baru yang nganggur lama karena terlalu memilih pekerjaan pertama mereka. Sementara itu, waktu terus berlalu dan mereka semakin tua. Untuk ukuran fresh graduated ada umur “expired” di mana kamu berkemungkinan besar tidak akan di-hire lagi oleh perusahaan manapun: umumnya setelah mencapai umur 25-28 tahun lebih. Untuk umur dengan range tersebut perusahaan sudah menanyakan pengalaman kerja. Jika sampai umur segitu kamu belum punya pengalaman kerja sama sekali, terancamlah impianmu. Oleh karenanya usahakan untuk tidak terlalu memilih pekerjaan pertama anda.
3tags.org

Memiliki keahlian khusus pada bidang tertentu akan menambah nilai dirimu

Ada kalanya dalam sebuah lowongan pekerjaan dibutuhkan kemampuan khusus seperti “bisa menggunakan software X”, “menguasai bahasa mandarin” dan syarat khusus lainnya. Ketika kamu memiliki kemampuan khusus ini, kamu setangga lebih tinggi dari lulusan lainnya yang sejurusan denganmu.

Sebagai misal ada sarjana teknik yang menguasai Inventor dengan baik, ia jauh lebih potensial untuk direkrut perusahaan ketimbang mereka yang tidak menguasainya (karena butuh waktu yang lama pula untuk belajar itu, sementara pekerjaan harus selesai dalam waktu dekat). Setiap jurusan kuliah barangkali punya bidang keahlian khusus tertentu. Jika hari ini anda masih di kampus dan punya waktu yang cukup, tidak ada salahnya untuk mempelajarinya sebagai nilai tambah dari diri anda.

Meski nantinya banyak yang akan mengerogoti idealismemu, bertekadlah untuk menjadi orang baik

Hal terakhir yang perlu dipahami oleh setiap calon sarjana adalah dunia kerja itu kejam banget. Sumpah deh. Terutama bagi kamu yang idealis banget di kampus, ketika kerja nanti kamu akan dihadapkan pada praktek ini dan itu yang gak sesuai dengan idealisme yang kamu anut.

Ada dua kemungkinan yang menyebabkan hal ini terjadi: pertama karena terbukanya peluang untuk mengambil jalan pintas dalam karir, kedua karena birokrasi negara ini yang super ribet sehingga muncul bisikan untuk melanggarnya. Terlebih pada sektor pekerjaan yang berkaitan erat dengan publik, godaan di sana jauh lebih besar dan menggoyang iman kamu, hehe

Maka, sebelum anda wisuda, bertekadlah dengan kuat dalam hati anda, bahwa apapun pekerjaan anda nanti, anda akan tetap berusaha menjadi orang baik dan selalu mengingat bahwa ada Tuhan dan para malaikat-Nya yang selalu mengawasi anda.

Baca juga: Sebelum Kamu Wisuda, Kamu Harus Renungi Hal Ini

Nah, itulah 7 hal yang perlu kamu pahami sebelum terlanjur wisuda dan menjadi seorang sarjana. Menjadi sarjana itu bukanlah suatu yang (terlalu) sulit, yang sulit itu adalah menjadi sarjana paripurna. Sarjana yang sebenar-benarnya sarjana. The real agent of change yang sudah siap tempur untuk memperbaik peradaban masyarakat yang sudah semrawut ini. Dan kami yakin, kamu yang membaca ini adalah orangnya, orang yang akan memberi perubahan besar di negeri ini ke arah yang lebih baik lagi dari hari ini.[]

Tentang Pengarang

Blogger Minang
Blogger Minang

Seorang kandidat doktor yang berasal dari kampung kecil di pinggiran pantai Sumatera Barat. Gemar menulis semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar. Blog ini adalah blog lama tentang kampus yang dipublikasikan lagi di bawah subdomain blog utama. Email: hafizulhaq.fadli@gmail.com

0 komentar:

Posting Komentar